Belaian dari Allah

Joaquin Romero memakai kursi roda selama hampir 20 tahun karena multiple sklerosis. Tapi ia tidak mau menyerah pada pesimisme dan tidak memiliki keraguan bahwa cacat adalah "suatu belaian dari Allah.

Kesaksian Pribadi

Joaquin Romero ingin mengetahui faktanya pada saat ia pertama kali mendengar diagnose penyakitnya 20 tahun lalu. Multiple sklerosis adalah penyakit degeneratif yang tak dapat disembuhkan dan progresif. Ia meminta pada dokter untuk menjelaskan dengan tepat apa yang diharapkan di masa depan. "Anda akan menjadi lumpuh, buta, bisu dan seterusnya harus berbaring ditempat tidur . Tapi lebih buruk lagi penyakit itu tidak dapat disembuhkan dan seringkali yang dimulai sebagai penyakit fisik ini dapat mengakibatkan depresi. "Saat ini Joaquin berumur 41 tahun. Lengan kirinya hampir tidak dapat digunakan lagi, penglihatannya memburuk dan ia sering sesak napas. Pada saat ia menyadari bahwa ia memerlukan bantuan untuk merawat dirinya sendiri, ia dengan saudaranya, Borja mendirikan sebuah perusahaan untuk membantu orang cacat seperti dia. Ia adalah seorang teknisi arsitektur dan saudaranya seorang insinyur. Mereka mendirikan bersama B & J Adaptasi, saat ini satu-satunya perusahaan Spanyol di bidang itu. Melalui perusahaan ini Joaquin berhasil menarik perhatian dan telah membantu banyak orang untuk menyesuaikan lingkungan hidup dengan kebutuhan-kebutuhan yang muncul karena penyakit mereka. "Ini bukan ‘sprint’ melainkan maraton"Waktu itu saya berumur 22 atau 23 tahun; saya telah menrencanakan hidup saya dengan sempurna. Setelah dinas militer, saya belajar teknik arsitektur, dengan harapan suatu hari mengawasi proyek konstruksi bertingkat tinggi. Saya suka main sepak bola. Suatu hari ketika bermain sepak bola, saya lari dan menendang bola dengan keras, kemudian saya mulai merasa seolah-olah ada semut di seluruh tubuhku; kemudian mulai adanya visi ganda.Ketika ahli saraf mengatakan diagnosis saya, saya pernah dengar nama penyakit itu. Saya hanya minta resep untuk obatnya dan dengan itu saya kira semua beres."Tidak, tidak, Joaquin," katanya, "multiple sclerosis tak ada obatnya.""Oke, kalau begitu aku harus belajar hidup dengan penyakit itu," kata saya tanpa memahami apa yang sebenarnya saya hadapi."Ini adalah penyakit, progresif degeneratif. Ini bukan ‘sprint’ melainkan maraton. Anda harus mempersiapkan diri dengan baik, mengukur energi Anda, tidak dengan langkah-langkah besar, tetapi tiap kali satu langkah saja. " Apa yang Anda lakukan waktu itu? Apa pikiran Anda?Pada waktu itu saya tidak mampu berpikir dengan jelas, saya tidak memahami apa arti semua itu . Saya adalah jenis orang yang suka semuanya terkendali, tetapi kali ini itu tidak mungkin. Syukur kepada Tuhan saya sudah menjadi anggota Opus Dei beberapa tahun sebelumnya. Selalu ada seseorang untuk curhat dan untuk berbicara tentang masalah saya. Kami biasanya pergi minum minum di dekat laut (saya suka lautan). Oleh karena itu saya kenal semua bar di sepanjang pantai Barcelona.Tidak semua akan teratasi dengan berbicara saja, tetapi dengan membicarakannya kita menjadi lebih objektif. Orang-orang dengan penyakit ini sering terjerat dalam masalah-masalah kecil yang sebenarnya dapat diatasi.Jadi Anda tidak membiarkan penyakit itu membuat Anda patah semangat ? Tentu saja tidak. Dan ketika saya sadar bahwa saya tidak dapat merawat diri sendiri lagi, saudara saya Borja, dan saya mengadaptasi rumah kami sehingga saya bisa mengendalikan segala sesuatu dari kursi, tempat tidur, atau dari komputer. Demikianlah perusahaan kami ini dimulai dengan 30 meter persegi . Sekarang adalah satu-satunya perusahaan di Spanyol yang membantu para penyandang cacat dengan masalah yang sama untuk menyesuaikan lingkungan hidup menurut kecacatan mereka.Anda pasti telah menyaksikan banyak penderitaan ...Suatu hari seorang wanita telpon minta bantuan untuk suaminya yang sakit. Saya menjawab saya akan mempelajarinya dahulu. Beberapa waktu kemudian, saya telpon wanita itu, tetapi dia tidak ada dirumah karena pergi ke pemakaman suaminya. Sejak itu saya berjanji tidak akan membuang satu detikpun dari hidup saya dan berusaha semampu saya untuk membantu mereka yang datang pada saya. Suatu hari ada orang datang untuk membeli suatu mesin. Sebelum pergi, mereka bertanya: "Dan Anda, bagaimana Anda dapat bertahan hidup begini?"Apa yang Anda katakan? Apakah penderitaan itu dapat dicintai?Tidak dapat, sebagai penderitaan , itu tidak dapat. Penderitaan itu sulit dimengerti. Anda harus menemukan makna di balik penderitaan. Sayamengungkapkan kebenaran ini dari apa yang saya rasakan dan saksikan sendiri. Saya berani berkata bahwa ini adalah suatu masa terbaik dalam hidup saya karena saya mulai merasa adanya makna yang besar tersembunyi di balik penyakit ini.Penderitaan adalah sebuah misteri, dan tidak ada buku pegangan yang berisi: nomor satu, bagaimana mengatasi penderitaan; nomor dua, apa yang harus dilakukan jika berlangsung lebih dari dua minggu ... Betapa mudah kalau kita tahu bagaimana cara mengatasinya!Saya pikir Tuhan telah menciptakan kita sebagai mahluk yang bebas supaya kita sendiri dapat menemukan makna penderitaan itu. " Itu Bapa yang tidak adil!", mungkin ini pikiran Anda. Tapi ini berarti cari gampangnya saja. Kenapa kita tidak menyalahkan diri sendiri? Saya kira Tuhan memiliki cukup kecerdasan atau intuisi. Kita-kita inilah yang tak mampu mengerti-Nya. Kita harus bertanya pada diri sendiri mengapa kita tidak dapat memahami-Nya, dan berusaha untuk lebih dekat dengan-Nya melalui sakramen-sakramen.Apakah Anda mempunyai keluhan?Dari segi kesehatan, saya sudah kehilangan segalanya. Tapi satu hal yang tidak pernah hilang adalah kedamaian batin dan kepastian bahwa cara saya untuk menghadapi semua ini sungguh-sungguh bermanfaat. Seingat saya, tak pernah saya merasa sebahagia ini.Bagi saya, hidup saya ini adalah sebuah keajaiban, suatu ‘belaian dari Allah’. Mungkin kedengarannya aneh, tetapi tak ada manusia yang memiliki cukup imajinasi untuk mengarang apa yang terjadi pada saya ini, hanya Tuhan yang tahu dan mampu untuk berbuat itu.Apakah Anda pernah mengalami saat-saat putus asa, godaan untuk mengatakan "cukup sudah"?Tentu saja, beberapa kali. Ada saat-saatnya saya berpikir Tuhan telah meninggalkan saya, dan saya mencapai titik yang terendah. Saya ingat seorang klien yang mengatakan dia ingin bunuh diri. Saya berkata kepadanya bahwa saya pun pernah memikirkan bunuh diri dan bahkan sudah membuat rencana yang cermat untuk itu .... itu sangat mudah! Tapi kemudian mengalihkan pembicaraan, saya mengatakan kepadanya, "Tetapi, bukankan hidup ini lebih indah?"Beberapa orang mengatakan bahwa euthanasia adalah suatu solusiSiapa yang bilang begitu? Orang sakit atau mereka yang harus menanggung orang sakit? Jika kita benar-benar mencintai orang sakit, kita tidak bisa memaksakan ‘solusi’ itu. Itu tidak adil dan 'solusi' yang egois. Orang-orang sakit harus tahu ada banyak pilihan bagi mereka. Kita tidak dapat menyelesaikan hal sangat penting ini hanya dengan berkata: '. “Semoga berpulang dengan nyaman” Jika kita benar-benar mengasihi orang yang sakit, kita harus berusaha sebanyak mungkin untuk membantu ....Jika pasien sendiri menginginkannya?Saya akan menempatkan diri saya pada posisinya. Saya akan berbicara dari hati ke hati dengannya dan akan mengatakan kepadanya. "Jangan berpikir Anda ini sampah yang tak berguna, seekor lintah .... Tidak, justru sebaliknya. Ini adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan pada semua orang bahwa penderitaan memiliki nilai yang besar. Dan itu adalah suatu “misi ". Penting sekali membuat orang-orang memahami bahwa orang cacat bukanlah orang yang tidak berguna..Apakah Anda menemukan semua ini dengan tiba-tiba?Tidak, tidak! Pada umur 15 tahun, tak satupun dari jawaban-jawaban ini akan muncul dibenakku. Ini adalah buah pikiran yang makan banyak waktu , dan sekarang saya melihat semua itu dengan jelas ... setelah lebih dari 20 tahun !Apa yang akan Anda katakan kepada Tuhan bila Anda sampai di Surga?Terima kasih sebesar-besarnya, dan satu ciuman bagi-Nya karena karunia hidup yang telah Dia anugerahkan kepada saya . Saya tidak menginginkan jenis hidup lain dari ini. Saya hanya menginginkan apa yang Dia kehendaki. Dan saya akan berlutut, (di surga nanti saja akan dapat berlutut ), dan berkata pada-Nya, "Luar biasa. Semua sungguh menakjubkan. "

  • "Mundo Cristiano" - Jaume Figa i Vaello