Hadiah terbesar bagi orang-orang miskin

Dr Bernardo Villegas berbicara tentang mereka dari Prelatur Opus Dei yang terlibat dalam berbagai proyek pendidikan dan pelatihan ketrampilan yang ditujukan bagi anggota masyarakat yang hidupnya kurang beruntung.

Karya Sosial

MANILA, Filippina --- Orang-orang dari Prelatur Opus Dei juga bekerjasama cukup dekat dengan NGOs dan berbagai institusi umum lainnya dalam menerapkan proyek-proyek pengentasan kemiskinan bagi mereka yang hidupnya berada sangat di bawah garis kemiskinan.

Aeta Cooperation Project (ACP) adalah salah satu contohnya. Pusat Studi Iraya, sebuah bentuk usaha yang dijalankan oleh seksi wanita Opus Dei, menyertakan, di antara berbagai kegiatan yang mereka adakan, sebuah rencana pengembangan jangka panjang untuk membangun kembali sebuah pemukiman masyarakat Aeta di Pampanga yang  20 tahun lalu terpaksa dipindahkan karena meletusnya gunung Pinatubo. Seperti yang pernah diberitakan oleh MCS Pasion di Mabuhay pada tanggal 10 Mei 2012 yang lalu, sebuah seminar tentang cara berkebun secara organik telah diadakan tanggal 21 Agustus 2011 bagi para guru di sekolah terintegrasi Villa Maria (VMIS) di Porac, Pampanga dan juga bagi para pemimpin barangay.

Proyek ini, yang dikemas dengan berbagai masukan dari keempat penanggung jawab (pemerintah, sekolah setempat, para anggota masyarakat dan relawan lokal) bertujuan melatih para siswa sekolah menengah atas Aeta bagaimana cara berkebun secara organik. Proyek campur tangan yang bersifat insentif ini tidak hanya akan mendorong para siswa menyelesaikan pendidikan formal mereka namun juga mampu menambah pendapatan keluarga mereka serta kesehatan dan gizinya.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh para ahli dari Departemen Pertanian melalui Institut Pelatihan Pertanian lewat usaha pengembangan masyarakat dan perkebunan sayuran secara organik dan tujuannya adalah untuk memperlengkapi para relawan dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang mereka perlukan sehubungan dengan peranan mereka sebagai para pekerja yang akan mengembangkan kehidupan masyarakat dan juga perluasan kegiatan pertanian. Dasar-dasar yang diletakkan dalam sekolah VMIS ini dipakai sebagai perkebunan percontohan bagi tujuan ini.

Namun, ada juga lebih banyak dan lebih bervariasi lagi inisiatif-inisiatif pribadi dari para anggota sera kooperator Opus Dei yang bertujuan mengatasi masalah kemiskinan ini. Sebagai contohnya adalah Agnes Dayao, seorang pensiunan dan janda. Dia terinspirasi oleh apa yang ditulis St Josemaria dalam bukunya yang ternama, Jalan: ‘Bermimpilah maka mimpimu akan segera menjadi kenyataan.’ Agnes bercita-cita untuk bisa membantu masyarakat perkotaan yang miskin.

Seperti yang diberitakan oleh MCS Pasion dalam Manila Bulletin pada tanggal 7 September 2012, Agnes meluncurkan klub wanita SMU Kabataan bersama dengan Nanette Corcuera, seorang pensiunan pekerja profesional lainnya kota Las Piñas City dan juga beberapa rekan relawan lainnya. Mereka ingin mengembangkan kualitas pendidikan yang ada di sekolah-sekolah umum di sekitar mereka. Sekolah-sekolah yang menjadi pilot percontohan ini adalah Verdant, Golden Arches, Equitable Talon dan East Talon yang kesemuanya berlokasi di kota Las Piñas.

Seperti yang disampaikan oleh MCS Pasion: ‘Kebanyakan dari para pelajar tsb tinggal di kawasan perkotaan yang miskin di Las Piñas, di mana sangat sulit bagi berbagai keutamaan manusia untuk bisa berkembang di sana. Mereka perlu memiliki tingkat keuletan yang baik untuk bisa memperjuangkan apa yang mereka pelajari di Kabataan yang mungkin saja berbenturan dengan kebiasaan yang mereka alami sehari-hari baik di keluarga maupun di lingkungan sekitar mereka. Kekuatan dari pendidikan Kabataan ini merupakan program pembinaan di mana para pemimpin masyarakat itu merelakan waktu mereka untuk pelatihan langsung orang per orang.

Melalui ini, mereka dapat memantau perkembangan akademik dan kepribadian dari tiap siswa.’ Upaya pelatihan ini bersama anak-anak miskin sudah mulai meluas dilakukan oleh para anggota Opus Dei di Philippina dan juga seluruh dunia.

  • Bernardo M. Villegas // Manila Bulletin, June 24, 2012