"One Day I Will See You Again"

Sepucuk surat dari JA

Kesaksian Pribadi

JA adalah seorang pemudi asal Surabaya yang sedang melanjutkan studinya ke luar negeri. Sebelum berangkat, ia sangat rajin menghadiri sarana pembinaan dan acara-acara yang diselenggarkan di Darmaria, sejak dari awal berdirinya Darmaria pada tahun 2009 hingga sekarang. Ia juga adalah guru katekese anak-anak Dinoyo dan ia rajin pula mengikuti kegiatan-kegiatan bakti sosial yang diadakan setiap tahunnya. Selain itu, seringkali ia menyumbangkan tenaga dan keahliannya dalam berteknologi untuk membantu Darmaria membuat poster, logo, membetulkan komputer, dan banyak hal teknis lainnya. Sebelum berangkat, JA menulis surat kepada semua di Darmaria yang dikutip seperti di bawah ini:


Dear Darmaria,


Terima kasih untuk segala dukungan, doa, dan persahabatan yang telah diberikan. Mengucap selamat tinggal memang susah, tapi di setiap pertemuan ada perpisahan, dan perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Aku percaya bahwa one day I'll see you again, jadi sampai jumpa lagi.


Seperti yang telah kalian katakan, aku tumbuh bersama-sama dengan Darmaria. Itu sungguhlah suatu keberuntungan bagiku dan juga tidak bisa kubayangkan, dan karena itu aku benar-benar berterima kasih. Menurutku, kesempatanku untuk membantu di Darmaria itu adalah pemberian Tuhan. Aku tahu dan percaya bahwa Darmaria tidak akan kekurangan bantuan. Aku percaya Tuhan pasti akan selalu mengirimkan orang untuk membantu Darmaria. Karena itu, aku selalu menganggap bahwa aku beruntung karena mendapat kesempatan untuk membantu, dan aku berterima kasih untuk itu.


Aku juga berterima kasih atas pembinaan di Darmaria, karena itu membentuk aku menjadi aku yang seperti sekarang ini, seperti menghargai hal-hal kecil, kebajikan-kebajikan, dan lain-lain. Pembinaan di sana juga mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang baik; tidak hanya manusiawi tapi juga secara rohani. Kadang-kadang tidak mudah bagiku untuk datang ke Darmaria, tapi aku senang bisa datang, jadi selalu aku usahakan. Apalagi bagiku itu seperti undangan dari Tuhan, jadi bagaimana mungkin bisa berkata tidak pada kesempatan-kesempatan seperti itu. Aku sangat menghargai semua pembinaan yang diberikan. Aku berharap ada lebih banyak lagi yang datang dan menerima pembinaan ini. Aku akan selalu mengingat kalian dalam doaku, dan doakan aku juga ya.


Terimakasih sekali lagi untuk segala dukungan, doa, dan persahabatan yang diberikan; aku benar-benar menghargainya. Maaf juga jika selama ini ada perbuatan atau kata-kata yang salah dan tidak menyenangkan. Akhir kata, sampai jumpa lagi, karena aku akan kembali lagi.


JA