Daftar pertanyaan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Opus Dei

TENTANG OPUS DEI

Apakah Opus Dei itu?

Opus Dei adalah satu Prelatur Pribadi dalam Gereja Katolik. Misinya adalah menyebarkan pesan bahwa semua orang Kristen dipanggil Allah untuk memperkenalkan Yesus Kristus dan untuk mengupayakan kekudusan di dalam dan melalui pekerjaan mereka sehari-hari, dalam kehidupan berkeluarga mereka dan dalam hubungan mereka dengan anggota masyarakat lainnya. Untuk membantu orang-orang menjalankan pesan ini, Opus Dei menawarkan program pembinaan lewat berbagai kelas, wacana kerohanian,, bimbingan rohani, retret dan lain-lain. Pembinaan ini membantu mengembangkan pelaksanaan berbagai kebajikan manusiawi dan Kristiani, dan menekankan untuk berbagi dalam karya penciptaan Allah dan juga karya penebusan dengan mengikuti teladan hidup bekerja Kristus yang tersembunyi dari perhatian orang banyak. Pekerjaan seseorang harus dia laksanakan dengan baik demi kasih kepada Allah dan dilihat sebagai suatu pelayanan terhadap sesam. Opus Dei adalah nama dalam bahasa Latin yang bearti ‘Karya Allah.’

Mengapa Gereja menjadikan Opus Dei sebagai Prelatur Pribadi?

Prelatur Pribadi adalah suatu tantanan yuridiksi gerejawi yang dicanangkan oleh Konsili Vatikan II dan oleh Kitab Hukum Kanonik dan yang diciptakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pastoral yang sifatnya spesifik dengan fleksibilitas yang lebih luas. Opus Dei adalah suatu institusi yang tersebar di seluruh dunia yang terdiri dari para imam dan kaum awam, wanita dan pria, yang menjalankan panggilan hidup yang sama untuk menyebarkan cita-cita akan kesucian hidup di tengah dunia dan mengupayakan pengudusan dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan karakteristik ini, Opus Dei tidaklah cocok bila secara kanonik dikelompokkan ke dalam kategori kongregasi kaum religius atau institute sekulir. Namun, dengan status sebagai Prelatur pribadi, “Opus Dei memiliki suatu tantanan hukum gerejawi yang sepenuhnya sesuai dengan karisma dasar dan struktur sosiologinya. (Deklarasi Tahta Suci tentang Opus Dei, 1082 ).

Bagaimana seseorang dapat ikut serta dalam Opus Dei?

Untuk mengikuti aktivitas bimbingan rohani Opus Dei di tempat Anda, silakan isi form di bawah ini, dengan memberi info di mana Anda berada dan hal-hal lain yang ingin Anda ketahui.. Aktivitas bimbingan rohani Opus Dei, diadakan secara terpisah antara pria dan wanita, diselenggarakan pada waktu dan tempat yang disesuaikan dengan tuntutan profesi dan hidup kekeluargaan bagi mereka yang menghadiri kegiatan Opus Dei tsb.

Apakah ada perbedaan dalam jenis keanggotaan di Opus Dei?

Seseorang dapat bergabung dalam Prelatur Opus Dei sebagai seorang Assosiate, seorang Numerari atau sebagai seorang Supernumerari. Sebagai Assosiate dan Numerari, seseorang harus menjalani kehidupan selibat; sedang untuk menjadi seorang anggota Supernumerari tidak ada keharusan untuk hidup selibat. Tetapi semua anggota Prelatur menjalankan panggilan yang sama yaitu menyebarkan cita-cita untuk hidup kudus di tengah-tengah dunia. Sebagian besar anggotanya menikah, mereka berjuang mengikuti Yesus Kristus dengan menguduskan pekerjaan mereka baik dalam rumah tangga mereka maupun di luar rumah, dengan tetap menjaga semangat cinta mereka, dengan sikap bermurah hati menerima anak-anak yang Allah karuniakan kepada mereka, mendidik anak-anak mereka dengan baik serta mewariskan iman kepada mereka lewat kasih dan teladan hidup. Untuk beberapa tujuan kerasulan, beberapa pria dan wanita awam dalam Opus Dei memilih untuk hidup selibat sebagai suatu karunia dari Allah. Hal ini memungkinkan mereka untuk dapat lebih mengabdikan diri pada tugas-tugas pembinaan rohani, tanpa perlu mengubah status hidup mereka sebagai orang awam, situasi pekerjaan mereka ataupun posisi mereka di dalam Gereja dan masyarakat.

Bagaimana seseorang dapat bergabung dalam Opus Dei?

Keanggotaan dalam Opus Dei memerlukan adanya panggilan adikodrati, yang merupakan panggilan pribadi dari Allah untuk menempatkan seluruh kehidupannya untuk melayani Tuhan dengan menyebarkan pesan panggilan kepada seluruh umat manusia untuk mengkudusan diri melalui pekerjaan sehari-hari dan dalam kehidupan bermasyarakat. Para anggota bergabung melalui sebuah komitmen berupa janji, bukan sumpah, dan mereka tetap merupakan anggota awam dari keuskupan tempat mereka tinggal. Panggilan ini biasanya mulai bisa dilihat setelah mengikuti kegiatan-kegiatan Opus Dei (retreat, kelas, bimbingan rohani) secara rutin selama satu periode waktu tertentu, yang memungkinkan mengenal Opus Dei secara sungguh-sungguh. Juga penting baginya untuk dapat menjalankan praktek-praktek Kristiani secara konsisten dimana dia telah berjanji untuk melakukannya : menerima Sakramen-Sakramen secara sering, menjalani hidup doa, merasul dan, secara umum, berusaha dengan rendah hati dan berkesinambungan untuk melaksanakan berbagai keutamaan serta berjuang untuk mencapai kekudusan sesuai dengan semangat Opus Dei. Semua orang Katolik, pria ataupun wanita, menikah ataupun yang masih lajang, dari latar belakang social, ekonomi serta kebangsaan apapun dapat bergabung ke dalam Prelatur.

Apakah itu Kooperator?

Melalui doa, usaha serta sumbangan dana mereka, para kooperator membantu berbagai karya pendidikan dan sosial yang diprakrasai oleh para anggota Prelatur di seluruh dunia. Selain koperator yang beragama Katolik, Opus Dei juga memiliki kooperator yang bearagama Ortodoks, Protestan atau anggota dari gereja-gereja Kristen lainnya; umat Yahudi, Muslim atau pengikut-pengikut dari kelompok-kelompok agama lainnya; dan juga orang-orang ateis. Sebagai kooperator, dia bukanlah anggota Opus Dei.

Aktivitas kerasulan manakah yang dijalankan oleh Opus Dei?

Kerasulan yang paling pokok yang dijalankan oleh anggota Prelatur adalah karya yang mereka lakukan sendirian dalam lingkungan mereka masing-masing, bukan sebagai usaha kelompok, tetapi merupakan perwujudan spontan dari komitmen mereka sebagai orang Kristen. Kerasulan ini melihat persahabatan sebagai sebuah nilai Kristiani sejati : sebagai seorang seorang Kristen yang baik, dia akan berusaha menjadi sahabat yang setia. Di samping itu, karena hasrat mereka untuk turut membangun dunia yang lebih baik serta menolong orang-orang yang berkekurangan, para anggota Opus Dei mengajak orang-orang lain untuk mengorganisir proyek-proyek sosial dan pendidikan (sekolah, rumah sakit, pusat pelatihan profesi, universitas, dan lain sebagainya). Semuanya kegiatan ini sangat beragam sesuai dengan kondisi Negara dan kebudayaan di mana mereka berkarya.

Apakah wanita dan pria memiliki status yang sama dalam Opus Dei?

Wanita dan pria memiliki martabat yang sama sebagai anak-anak Allah serta sama-sama dipanggil untuk menjalankan kehidupan iman mereka secara sungguh-sungguh. Anggota pria dan wanita dari Prelatur memiliki semangat yang sama, mengupayakan kerasulan-kerasulan yang serupa, bekerja dalam berbagai profesi yang terhormat, serta memiliki panggilan yang sama untuk mencapai kekudusan diri dalam lingkungan pekerjaan dan keluarga mereka. Di samping itu, para wanita dan pria ini memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan tugas kepemimpinan dan pembinaan di dalam Prelatur.

Apakah Opus Dei mempublikasikan daftar para anggotanya?

Opus Dei tidak mempublikasikan nama-nama anggotanya namun memberi kebebasan pada para anggotanya untuk menyatakannya kepada orang lain tentang keanggotaan mereka. Biasanya anggota Opus Dei tidak menyatakan keanggotaan mereka kepada umum, namun mereka juga tidak merahasiakannya. Umumnya para sahabat, kerabat keluarga dan kenalan mereka tentu saja akan mengetahui keanggotaan mereka. Bahkan, sungguh tidak mungkin bagi Opus Dei menjalankan misinya bila para anggotanya tidak terbuka tentang keterlibatan mereka.

Apakah Opus Dei memiliki ajarannya sendiri dalam bidang politik, ekonomi dan sosial?

Opus Dei hanya berpegang pada ajaran Gereja Katolik, dan tidak memiliki pandang tersendiri mengenai masalah-masalah politik, ekonomi maupun sosial. Ajaran-ajaran Gereja memberi ruang bagi berbagai pendapat yang berbeda dalam banyak hal, dan seperti orang-orang Katolik pada umumnya, para anggota Opus Dei bebas untuk memiliki pandangan pribadi tentang masalah-masalah tsb.

Apakah para anggota Opus Dei melakukan praktek matiraga?

Seperti orang-orang Katolik lainnya, para anggota berusaha menjalankan semangat penyangkalan diri dalam hidup mereka. Sesuai dengan usaha untuk mencari Tuhan dalam kegiatan hidup sehari-hari, Opus Dei menganjurkan untuk mempersembahankan korban-korban yang kecil dalam memenuhi tugas hidup secara baik, dengan mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi, dan berusaha senyum ketika menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan.. Selain itu, seperti yang disarankan oleh Gereja Katolik, para anggota dalam beberapa kesempatan mempraktekkan beberapa matiraga fisik, seperti berhenti mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu. Sesuai dengan semangat ini, para anggota numerari dan assosiate (anggota-anggota selibat ) kadang-kadang mempraktekkan penitensi yang dikenal dalam Tradisi Gereja, misalnya menggunakan cilice dan discipline. Inilah praktek-praktek yang telah dilaksanakan orang-orang Katolik selama berabad-abad dan menjadi hal yang biasa dalam kehidupan para santo dan santa, seperti: St Fransiskus Asisi, St Thomas More, St Theresia Lisieux, St Padre Pio serta Ibu Teresa. Motif dari praktek penitensi yang dijalankan dengan rela hati ini adalah untuk meniru Kristus dan ikut serta dalam kurban penebusan yang dilakukan-Nya (Mat 16:24). Praktek ini bisa juga merupakan satu jalan untuk menderita dalam solidaritas dengan banyak orang miskin dan mereka yang berkekurangan di dunia ini.

Apakah hubungan antara Opus Dei dengan Gereja lokal?

Sebagai bagian dari Gereja Katolik, Opus Dei bekerja sama erat dengan uskup-uskup setempat, yang persetujuannya diperlukan sebelum sebuah Center Opus Dei bisa didirikan di keuskupannya, dan yang secara rutin menerima informasi tentang kegiatan Opus Dei di sana. Hubungan antara para anggota awam Opus Dei dengan paroki mereka dan juga uskupnya adalah sama seperti yang dimiliki orang-orang Katolik lainnya. Seperti orang-orang Katolik yang lainnya, mereka terikat pada berbagai peraturan keuskupan mereka dan mengikuti semua ajaran dan petunjuk dari uskup tsb, serta berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan paroki sesuai dengan keadaan mereka masing-masing. Komitmen mereka kepada Opus Dei menyangkut hal-hal, seperti perkembangan kehidupan rohani dan kerasulan, di mana semua anggota diberi kebebasan mengikuti jalan apapun yang mereka pilih untuk mengupayakan kekudusan.

Apa hubungan antara Opus Dei dan berbagai institusi Gereja lainnya?

Prelatur Opus Dei dan tiap anggotanya berjuang untuk tetap bersatu dengan Paus, para Uskup, imam, kaum religius serta petugas-petugas Gereja lainnya. Pendiri Opus Dei berulangkali menegaskan bahwa Opus Dei berdiri untuk melayani Gereja dan bahwa para anggota Prelatur harus menjadi ragi bagi kesatuan Gereja.