“Bapa Suci, kami membawa padamu surat-surat dari para lansia dan anak-anak panti asuhan”

Sesudah audiensi umum pada 16 April, sekelompok mahasiswa dari UNIV menghadap Paus Fransiskus dengan ratusan surat yang ditulis oleh kaum lansia dan anak-anak panti asuhan dari seluruh dunia.

Dari Bapa Paus
Opus Dei - “Bapa Suci, kami membawa padamu surat-surat dari para lansia dan anak-anak panti asuhan”

Pagi ini di Roma, sebanyak 3000 orang muda yang mengambil bagian di UNIV Forum ke-47 menghadiri audiensi umum Paus Fransiskus di St. Peter Square.

Pada akhir kegiatan, Bapa Suci menemui para mahasiswa dari UNIV Forum, yang diorganisir oleh Prelatur Opus Dei.

Selama audiensinya Sri Paus berkata: “Minggu ini, baiklah bagi kita untuk memandang Salib, mencium luka-luka Yesus, mencium Salib. Dia telah menanggung atas diriNya seluruh penderitaan manusia. Memandang Yesus dalam sengsaraNya, kita melihat seperti pada cermin juga penderitaan umat manusia dan menemukan jawaban ilahi tentang misteri kejahatan, penderitaan, kematian... Itu adalah luka yang dalam bagi kita untuk melihat penderitaan dan kematian, terutama bagi yang tak berdosa! Ketika kita melihat anak-anak menderita, ada luka di dalam hati. Itu adalah misteri kejahatan, dan Yesus menanggung semua kejahatan ini, semua penderitaan ini, atas diriNya.”

Setelahnya, sekelompok mahasiswa dari UNIV menghadap Paus Fransiskus dengan ratusan surat yang ditulis oleh kaum lansia dan anak-anak panti asuhan dari seluruh dunia. Para mahasiswa tersebut diberi sejumlah rosario dan salib yang telah diberkati oleh Bapa Paus untuk kemudian memberikannya kepada para penulis surat tersebut ketika mereka kembali ke negara asalnya masing-masing.

Santo Josemaria, pendiri Opus Dei, pernah berpesan pada orang-orang muda bahwa obat buatan manusia “tidak pernah dapat menggantikan efektivitas ketulusan kontak langsung dan pribadi dengan tetangga kita: dengan orang miskin yang tinggal di distrik yang dekat dengan kita, dengan orang sakit yang menderita di rumah sakit besar, atau dengan mereka yang membutuhkan sedikit percakapan afektif, pertemanan Kristiani untuk mengatasi kesendirian, dukungan spiritual untuk memperbaiki keraguan dan sikap skeptis mereka.”

Oleh karena itu, pendiri Opus Dei menguatkan orang-orang muda untuk mengambil bagian dalam kunjungan pada kaum yang membutuhkan, untuk membantu meningkatkan “hati yang adil dan penuh cinta kasih” mereka ketika menyaksikan penderitaan orang lain.

Surat-surat yang dihadapkan kepada Paus tersebut adalah hasil beberapa kunjungan pada kaum yang membutuhkan oleh orang-orang muda dari India, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Kenya, Tiongkok, dan sebagainya. Yang lainnya adalah dari Yerusalem, ditulis dalam bahasa Arab atau Prancis oleh kaum lansia dan para penyandang cacat yang tinggal di “Home Notre Dame des Doleurs” dan yang dengan penuh sukacita menunggu perjalanan Paus Fransiskus yang akan datang ke Tanah Suci.

Beberapa koresponden surat tersebut memohon pada Bapa Paus untuk berdoa bagi kedamaian dan persatuan dunia. Gloria Herraiz, 88 tahun, yang tinggal di rumah jompo di Cuenca, Spanyol, dalam suratnya mengirimkan salam atas nama seluruh kaum lansia penghuni rumah itu. Adelina, 87 tahun, berterima kasih pada Bapa Paus untuk “afeksi melalui perhatian orang-orang untuk kami di kediaman ini” dan “perhatian yang seksama yang Anda berikan bagi kaum lansia.”

Surat-surat yang disampaikan kepada Bapa Paus termasuk 40 di antaranya dari sebuah panti asuhan di Kolombia. Amplop berwarna dari Valentina Carillo kecil bertuliskan: “dengan cinta dan sayang dari Kolombia.” Sementara itu, Pedro Jose menulis: “Tuan Paus. Saya mau memintamu untuk datang ke Kolombia.”

Tema UNIV Forum 2014 sendiri adalah “Ekologi persona dan lingkungan hidup manusia.” Hal itu terinspirasi oleh kata-kata Paus Fransiskus tentang ekologi manusia yang memerlukan “komitmen yang serius untuk menghargai dan peduli pada ciptaan, memperhatikan setiap pribadi, memerangi budaya sampah dan pembuangan sekaligus meningkatkan budaya solidaritas dan perjumpaan” (Paus Fransiskus, 5 Juni 2013).